Senin, 05 Januari 2015
Posted by Unknown on 20.31
No comments
Berbagai faktor seperti bertambahnya umur, stres psikologis,
hereditas (keturunan) diduga turut berperan sebagai penyebab hipertensi primer.
Anda bisa mencegah bakat hipertensi yang sudah ada supaya tidak muncul. Yang
dapat Anda lakukan adalah menghindari faktor pemicu dan mengubah pola hidup.
Bila memang tekanan darah Anda terlanjur tinggi maka konsumsilah obat penurun
tekanan darah tinggi secara rutin dari dokter. Usaha-usaha pencegahan
hipertensi dapat dilakukan dengan mencegah faktor pemicunya dan perubahan
kondisi.
Anda dapat mengatasi obesitas dengan diet rendah kolesterol,
namun kaya akan serat dan protein. Dianjurkan pula minum suplemen potasium dan
kalsium, serta mengonsumsi minyak ikan yang kaya asam lemak omega 3. Sebelum
memutuskan untuk melakukan diet, lakukan konsultasi cara diet yang tepat dengan
dokter atau ahli gizi.
Pola makanan sehari-hari bagi penderita hipertensi adalah
dengan selalu menggunakan garam beriodium dengan jumlah tidah lebih dari 1
sendok per hari. Konsumsi makanan dengan kadar kalium 95 gram dapat memberikan
efek penurunan tekanan darah yang ringan. Konsumsi kadar kalsium juga harus
dipantau untuk mencegah atau mengobati hipertensi. Mengonsumsi 2-3 gelas susu
skim (40 mg/hari), atau 115 gram keju rendah natrium dapat memenuhi kebutuhan
kalsium.
Ciptakan suasana yang nyaman dan menenangkan bagi pasien
penderita hipertensi. Perkenalkan berbagai metode relaksasi seperti yoga atau
meditasi yang dapat mengontrol sistem saraf yang bermanfaat untuk menurunkan
tekanan darah.
Pasien penderita hipertensi disarankan untuk melakukan
olahraga seperti senam aerobik atau jalan cepat selama 30-45 menit, 3-4 kali
seminggu. Selain olahraga, penderita hipertensi dianjurkan untuk menghentikan
kebiasaan merokok dan mengurangi konsumsi minuman beralkohol yang dapat
meningkatkan tekanan darah. Selain itu, alkohol dapat mengurangi daya guna obat
tekanan darah tinggi.
Hipertensi perlu dideteksi lebih dini, yaitu dengan
pemeriksaan tekanan darah secara rutin dan berkala. Biasanya dokter akan
mengecek dua kali atau lebih sebelum menentukan apakah Anda terkenan tekanan
darah tinggi atau tidak. Jika hasil pemeriksaan tekanan darah Anda menunjukkan
angka 140/90 mmHg atau lebih maka Anda akan didiagnosa sebagai penderita hipertensi (tekanan darah tinggi). Untuk
yang memiliki tekanan darah normal juga harus tetap menjaga pola makan,
menjalankan pola hidup sehat, dan rutinmengontrol tekanan darah karena ada
banyak kasus dimana orang dengan tekanan darah normal dapat terserang
hipertensi di usia sekitar 50 tahun.
Diet sehat sangat penting dilakukan dalam usaha mengontrol
tekanan darah dan mengurangi resiko penyakit jantung. Tidak ada peraturan yang
terlalu ketat.Makanan yang sehat dimulai dan diakhiri dengan keseimbangan dan
keragaman. Menghindari makanan dengan kadar garam tinggi dan tidak mengonsumsi
alkohol adalah termasuk cara diet yang sehat. Anda harus mengurangi konsumsi natrium/sodium yang sumber utamanya
adalah natrium klorida (garam dapur),
penyebab rasa berupa monosodium glutamat (MSG),
dan Sodium karbonat. Konsumsi garam dapur (mengandung iodium) yang dianjurkan
untuk penderita hipertensi adalah tidak lebih dari 6 gram per hari atau setara
dengan satu sendok teh.
Penting bagi Anda untuk mengontrol berat badan sebagai
langkah penting untuk mengurangi resiko terkena darah tinggi. Berat badan yang
berlebih akan membebani kerja jantung. Jika Anda sudah mengidap tekanan darah
tinggi, menurunkan berat badan dapat mengontrol tingkat tekanan darah, bahkan
ada kemungkinan perawatan dengan obat
tidak lagi diperlukan. Cara terbaik untuk mengontrol berat badan adalah
dengan mengurangi makanan yang mengandung lemak dan melakukan olahraga secara
teratur. Usahakan untuk selalu menggunakan resep makanan sehat dalam mengatur
pola konsumsi Anda sehari-hari. Caranya cukup mudah, intinya jauhi makanan
berlemak atau makanan awetan karena tinggi garam.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar